header

ILMU KOMUNIKASI


Visi Program Studi

Menjadi Program Studi Ilmu Komunikasi berkelas dunia dalam melaksanakan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat dengan keunggulan untuk pembangunan yang berkelanjutan?

Misi Program Studi

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi kelas dunia di bidang Ilmu Komunikasi dengan konsep sustainable development.
  2. Menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional dalam rangka ikut memecahkan persoalan dunia maupun nasional, terutama dalam bidang Ilmu Komunikasi.
  3. Menyelenggarakan pendidikan berstandar global melalui kemitraan dan jejaring nasional, regional maupun global.
  4. Melaksanakan penelitian penelitian dalam bidang Ilmu Komunikasi dengan konsep berkualitas dunia sustainable development yang dapat berperan meningkatkan daya saing nasional.

 Tujuan Program Studi

  1. Terselenggaranya pendidikan tinggi kelas dunia di bidang Ilmu Komunikasi dengan konsep sustainable development.
  2. Terselenggaranya layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional dalam rangka ikut memecahkan persoalan dunia maupun nasional, terutama dalam bidang Ilmu Komunikasi.
  3. Terselenggaranya pendidikan berstandar global melalui kemitraan dan jejaring nasional, regional maupun global.
  4. Terlaksananya penelitian dalam bidang Ilmu Komunikasi dengan konsep berkualitas dunia sustainable development yang dapat berperan meningkatkan daya saing nasional.

Pengembangan keilmuan dalam Ilmu Komunikasi sebagai acuan utama pengembangan kurikulum difokuskan pada hal-hal berikut: yaitu; 1) pengembangan keilmuan dalam bidang Komunikasi Korporat (Corporate Communication); 2) pengembangan keilmuan dalam bidang Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication) ; 3) pengembangan keilmuan dalam bidang omunikasi Media Massa (Mass Media Communication). 4) kajian ILMU KOMUNIKASI yang mendasarkan pada konsep sustanable development yang belum dikembangkan di Indonesia)

Strategi Pencapaian

 Strategi yang digunakan misi Prodi Ilmu Komunikasi UNU Kaltim mengacu pada starategi penncapaian visi misi institusi yakni:

Strategi Pengembangan Produk

Untuk mengembangkan produk dari suatu lembaga pendidikan tinggi (lulusan) agar sesuai dengan kebutuhan pasar maka dilakukan beberapa strategi, meliputi : 1) Memelihara dan mengembangkan relevansi pendidikan dengan pasar kerja; 2) Memonitor terus selera pasar kerja melalui, studi penelusuran, pertemuan alumni, kuliah tamu dan sebagainya; 3) Mengikuti perkembangan ilmu komunikasi; 4) Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan (minabrook conference) antara akademisi dan praktisi dalam rangka pengembangan ilmu komunikasi.

Strategi Pengembangan Model Pembelajaran (Learning Style)

Untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sebagai diharapkan oleh lembaga pendidikan tinggi, pelu sekali dilakukan pengembangan model dari pembelajaran, yaitu : 1) Meningkatkan penguasaan cara mengajar bagi para dosen, sebab banyak orang menguasai suatu bidang dan banyak orang terpaksa mengajar tapi tak tahu cara mengajar dengan baik; 2) Meningkatkan keterampilan mengajar para dosen, sebab kita sadari bahwa banyak orang senang mengajar tapi tidak menguasai keterampilan mengajar dan menyadari pula bahwa banyak orang telah terampil mengajar, tapi tidak mengetahui cara meningkatkan keterampilannya ; 3) Mengusahakan agar proses pembelajaran yang efektif sehingga terjamin: kesesuaian metode belajar, kesesuaian kerangka acuan dan muatan mata kuliah serta terdapat pemantauan dan evaluasi

Strategi Organisasi

Selain upaya mengembangkan strategi pembelajaran dalam rangka menciptakan lulusan yang berkualitas, perlu adanya organisasi yang berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut kiranya perlu juga pengembangan organisasi yang menaungi kegiatan dalam Program Studi. Strategi pengembangan organisasi ini meliputi :

  1. Melakukan optimalisasi unit, yaitu setiap unit, program harus memiliki standar dalam bidangnya masing dan bekerja secara efektif dan efisien
  2. Menciptakan aliansi vertikal, yaitu setiap staff harus mengerti strategi organisasi, misi dan arah organisasi
  3. Menciptakan aliansi horizontal, yaitu saling pengertian antar unit dan tidak saling berkonflik.
  4. Mengusahakan satu jalur perintah untuk setiap proses, yaitu setiap proses harus diorganisir sehingga hanya ada satu jalur perintah (single channel of command).

Strategi Sistem dan Prosedur

Demikian juga dalam hal sistem dan prosedur perlu dikemukakan strategi pengembangannya, meliputi:

  1. Menekankan bahwa tidak ada kualitas tanpa data
  2. Merancang sistem manajemen data dan informasi kualitas
  3. Melakukan analisis data dan informasi kualitas
  4. Melakukan analisis komparasi dan patok duga (benchmark

Strategi Kepemimpinan

Untuk menjalankan strategi, sistem dan prosedur suatu organisasi sehingga organisasi menjadi berkualitas, peran pemimpin sangat penting. Berkaitan dengan kualitas ini, pemimpin dalam hal ini mempunyai berbagai peran, yang meliputi:

  1. Kualitas adalah masalah budaya dimana pemimpinlah yang paling bertanggung jawab atas pengembangan budaya kualitas.
  2. Pemimpin sebagai pembangun budaya hendaknya memperhatikan: – Kualitas interaksi – Strategi komunikasi – Purposing – Pay attention to little thing
  3. Budaya kualitas tidak bisa dibeli, melainkan harus dibiasakan dan diharmonisasikan dan dikembangkan berdasar budaya yang telah ada, berdasar praktek-praktek yang baik yang telah ada dalam suatu organisasi.
  4. Kualitas itu telah ada pada setiap institusi pendidikan, TQM mengembangkannya menjadi perbaikan kualitas secara terus menerus (continuous improvement)
  5. TQM menuntut ketekunan dan kesabaran, bukan sesuatu yang dapat diperkenalkan dalam semalam.

Strategi Membangun Komitmen Dosen

Untuk menjamin kualitas organisasi di program studi Ilmu Komunikasi UNU Kaltim, perlu dilakukan langkah-langkah kongkrit seperti berikut ini :

  1. Melibatkan dosen dalam aktivitas penyelesaian masalah
  2. Menanyakan kepada dosen bagaimana mereka berfikir tentang sesuatu, bagaimana proyek akan ditangani
  3. Melakukan sharing informasi sebanyak-banyaknya untuk menggugah komitmen mereka
  4. Menanyakan kepada mereka sistem dan prosedur yang mana, yang menjadikan mereka tidak dapat memberi pelayanan terbaik kepada mahasiswa
  5. Mengingatkan bahwa upaya untuk memperbaiki kinerja dosen, tidak cocok menggunakan pendekatan top-down
  6. Mengalihkan tanggung jawab atas pengembangan dan pengendalian profesionalisme kepada dosen dan staff
  7. Menerapkan komunikasi yang sistimatis dan terus menerus dikalangan dosen dan semua yang terlibat di unit.
  8. Mengembangkan keahlian dalam menyelesaikan konflik, problem solving, negosiasi.
  9. Menjadi penolong tanpa harus memiliki jawaban atas semua permasalahan.
  10. Memberikan pencerahan tentang konsep kualitas dan topik-topik seperti team building, customer service, communication dan leadership
  11. Menjadi model (reference), sediakan waktu untuk mendengar dosen dan pelanggan
  12. Berupaya sebagai coach dan mengurangi sebagai boss
  13. Memberikan otonomi dan keleluasaan mengambil resiko, tapi tetap berlaku fair
  14. Menciptakan keseimbangan antara kualitas eksternal (mahasiswa, orang tua, pemerintah, masyarakat) dengan kualitas internal (dosen, staff dan lainnya)

Strategi Sosialisasi

  1. Aturan-aturan akademik dan manual prosedur Program Studi disosialisasikan melalui web site UNU Kaltim dan Website Prodi dengan sasaran stake holders.
  2. Melibatkan organisasi kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa
  3. Memasang tulisan visi misi dan tujuan program studi di tempat-tempat yang mudah di baca. Media-media tertulis, penyampaian pada rapat fakultas, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru, display di ruang administreasi, dan juga dipasang di tempat strategis yang mudah dibaca oleh seluruh civitas akademika, penyebaran brosur, leaflet melalui mahasiswa dan alumni serta kunjungan langsung ke instansi-instansi tertentu.

Download lengkap Program Studi Komunikasi :

download-here1