header

HUBUNGAN INTERNASIONAL


hi1

 

Visi Prodi

Menjadi Program Studi Hubungan Internasional berkelas dunia dalam melaksanakan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat dengan keunggulan untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Misi Prodi

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi kelas dunia di bidang Hubungan Internasional dengan konsep sustainable development.
  2. Menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional dalam rangka ikut memecahkan persoalan dunia maupun nasional, terutama dalam bidang Hubungan Internasional.
  3. Menyelenggarakan pendidikan berstandar global melalui kemitraan dan jejaring nasional, regional maupun global.
  4. Melaksanakan penelitian penelitian dalam bidang Hubungan Internasional dengan konsep berkualitas dunia sustainable development yang dapat berperan meningkatkan daya saing nasional.

Tujuan Prodi

  1. Terselenggaranya pendidikan tinggi kelas dunia di bidang Hubungan Internasional dengan konsep sustainable development.
  2. Terselenggaranya layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional dalam rangka ikut memecahkan persoalan dunia maupun nasional, terutama dalam bidang Hubungan Internasional.
  3. Terselenggaranya pendidikan berstandar global melalui kemitraan dan jejaring nasional, regional maupun global.
  4. Terlaksananya penelitian dalam bidang Hubungan Internasional dengan konsep berkualitas dunia sustainable development yang dapat berperan meningkatkan daya saing nasional.

Pengembangan Keilmuan Program Studi Hubungan Internasional UNU Kaltim difokuskan kepada:

  1. Hubungan antar aktor-aktor nonnegara yang bersifat lintas negara
  2. Teori dan Metodologi Hubungan Internasional
  3. Ekonomi Politik Global
  4. Hukum dan Organisasi Internasional
  5. Kajian Hubungan Internasional yang mendasarkan pada konsep sustaInable development yang belum dikembangkan di Indonesia.

Strategi Pencapaian

Strategi yang digunakan misi Prodi Hubungan Internasional UNU Kaltim mengacu pada strategi penncapaian visi misi institusi yakni:

Strategi Pengembangan Produk

Untuk mengembangkan produk dari suatu lembaga pendidikan tinggi (lulusan) agar sesuai dengan kebutuhan pasar maka dilakukan beberapa strategi, meliputi :

  1. Memelihara dan mengembangkan relevansi pendidikan dengan pasar kerja;
  2. Memonitor terus selera pasar kerja melalui, studi penelusuran, pertemuan alumni, kuliah tamu dan sebagainya;
  3. Mengikuti perkembangan ilmu hubungan internasional;
  4. Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan (minabrook conference) antara akademisi dan praktisi dalam rangka pengembangan ilmu hubungan internasional.

Strategi Pengembangan Model Pembelajaran (Learning Style)

Untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sebagai diharapkan oleh lembaga pendidikan tinggi, pelu sekali dilakukan pengembangan model dari pembelajaran, yaitu : 1) Meningkatkan penguasaan cara mengajar bagi para dosen, sebab banyak orang menguasai suatu bidang dan banyak orang terpaksa mengajar tapi tidak tahu cara mengajar dengan baik; 2) Meningkatkan keterampilan mengajar para dosen, sebab kita sadari bahwa banyak orang senang mengajar tapi tidak menguasai keterampilan mengajar dan menyadari pula bahwa banyak orang telah terampil mengajar, tapi tidak mengetahui cara meningkatkan keterampilannya ; 3) Mengusahakan agar proses pembelajaran yang efektif sehingga terjamin: kesesuaian metode belajar, kesesuaian kerangka acuan dan muatan mata kuliah serta terdapat pemantauan dan evaluasi.

Strategi Organisasi

Selain upaya mengembangkan strategi pembelajaran dalam rangka menciptakan lulusan yang berkualitas, perlu adanya organisasi yang berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut kiranya perlu juga pengembangan organisasi yang menaungi kegiatan dalam Program Studi. Strategi pengembangan organisasi ini meliputi :

  1. Melakukan optimalisasi unit, yaitu setiap unit, program harus memiliki standar dalam bidangnya masing dan bekerja secara efektif dan efisien
  2. Menciptakan aliansi vertikal, yaitu setiap staff harus mengerti strategi organisasi, misi dan arah organisasi
  3. Menciptakan aliansi horizontal, yaitu saling pengertian antar unit dan tidak saling berkonflik.
  4. Mengusahakan satu jalur perintah untuk setiap proses, yaitu setiap proses harus diorganisir sehingga hanya ada satu jalur perintah (single channel of command).

 

Strategi Sistem dan Prosedur

Demikian juga dalam hal sistem dan prosedur perlu dikemukakan strategi pengembangannya, meliputi:

  1. Menekankan bahwa tidak ada kualitas tanpa data
  2. Merancang sistem manajemen data dan informasi kualitas
  3. Melakukan analisis data dan informasi kualitas
  4. Melakukan analisis komparasi dan patok duga (benchmark

 

Strategi Kepemimpinan

Untuk menjalankan strategi, sistem dan prosedur suatu organisasi sehingga organisasi menjadi berkualitas, peran pemimpin sangat penting. Berkaitan dengan kualitas ini, pemimpin dalam hal ini mempunyai berbagai peran, yang meliputi:

  1. Kualitas adalah masalah budaya dimana pemimpinlah yang paling bertanggung jawab atas pengembangan budaya kualitas.
  2. Pemimpin sebagai pembangun budaya hendaknya memperhatikan: – Kualitas interaksi – Strategi komunikasi – Purposing – Pay attention to little thing
  3. Budaya kualitas tidak bisa dibeli, melainkan harus dibiasakan dan diharmonisasikan dan dikembangkan berdasar budaya yang telah ada, berdasar praktek-praktek yang baik yang telah ada dalam suatu organisasi.
  4. Kualitas itu telah ada pada setiap institusi pendidikan, TQM mengembangkannya menjadi perbaikan kualitas secara terus menerus (continuous improvement)
  5. TQM menuntut ketekunan dan kesabaran, bukan sesuatu yang dapat diperkenalkan dalam semalam.

 

Strategi Membangun Komitmen Dosen

Untuk menjamin kualitas organisasi di Program Studi Hubungan Internasional UNU Kaltim, perlu dilakukan langkah-langkah kongkrit seperti berikut ini:

  1. Melibatkan dosen dalam aktivitas penyelesaian masalah
  2. Menanyakan kepada dosen bagaimana mereka berfikir tentang sesuatu, bagaimana proyek akan ditangani
  3. Melakukan sharing informasi sebanyak-banyaknya untuk menggugah komitmen mereka
  4. Menanyakan kepada mereka sistem dan prosedur yang mana, yang menjadikan mereka tidak dapat memberi pelayanan terbaik kepada mahasiswa
  5. Mengingatkan bahwa upaya untuk memperbaiki kinerja dosen, tidak cocok menggunakan pendekatan top-down
  6. Mengalihkan tanggung jawab atas pengembangan dan pengendalian profesionalisme kepada dosen dan staff
  7. Menerapkan komunikasi yang sistimatis dan terus menerus dikalangan dosen dan semua yang terlibat di unit.
  8. Mengembangkan keahlian dalam menyelesaikan konflik, problem solving, negosiasi.
  9. Menjadi penolong tanpa harus memiliki jawaban atas semua permasalahan.
  10. Memberikan pencerahan tentang konsep kualitas dan topik-topik seperti team building, customer service, communication dan leadership
  11. Menjadi model (reference), sediakan waktu untuk mendengar dosen dan pelanggan
  12. Berupaya sebagai coach dan mengurangi sebagai boss
  13. Memberikan otonomi dan keleluasaan mengambil resiko, tapi tetap berlaku fair
  14. Menciptakan keseimbangan antara kualitas eksternal (mahasiswa, orang tua, pemerintah, masyarakat) dengan kualitas internal (dosen, staff dan lainnya)

Strategi Sosialisasi

  1. Aturan-aturan akademik dan manual prosedur Fakultas dan Program Studi disosialisasikan melalui web site UNU Kaltim dan Website prodi dengan sasaran stake holders.
  2. Melibatkan organisasi kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa
  3. Memasang tulisan visi misi dan tujuan program studi di tempat-tempat yang mudah di baca. Media-media tertulis, penyampaian pada rapat prodi, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru, display di ruang administrasi, dan juga dipasang di tempat strategis yang mudah dibaca oleh seluruh civitas akademika, penyebaran brosur, leaflet melalui mahasiswa dan alumni serta kunjungan langsung ke instansi-instansi tertentu.

 

Manfaat Program Studi yang diusulkan

Sejalan dengan visi, misi dan tujuan Prodi Studi Hubungan Internasional Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim setiap tahunnya akan dilakukan perbaikan terus menerus didalam upaya melengkapi kemampuan hardskill dengan kemampuan softskill yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan Program Studi Hubungan Internasional yang unggul, kompeten, profesional dan beretika. Beberapa kajian dan evaluasi yang telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait pentingnya kemampuan softskill bagi mahasiswa mendorong Program Studi Hubungan Internasional menyusun pola pengembangan kemahasiswaan yang adaptif terhadap perubahan terkini.

Manfaat Program Studi Hubungan Internasional Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim meliputi manfaat terhadap institusi, manfaat kepada kepada masyarakat, dan kepada bangsa:

  1. Manfaat prodi Hubungan Internasional terhadap institusi:
    1. Dengan sistem pendidikan yang inovatif, konstruktif, dan revolusioner, Prodi Hubungan Internasional Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim akan bermanfaat bagi peningkatkan kualitas atmosfir akademik khususnya dalam bidang Pengembangan pendidikan dan pengajaran di lingkungan Prodi Hubungan Internasional Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim.
    2. Dengan misi mengembangkan penelitian-penelitian dalam bidang hubungan internasional yang hasilnya memiliki kualitas untuk dipublikasikan baik secara nasional maupun internasional, prodi Hubungan Internasional Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim akan meningkatkan citra institusi di tingkat nasional maupun internasional yang pada akhirnya akan meningkatkan institution competitiveness. Dengan institution competitiveness yanglebih baik, intitusi akan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan kerjasama (collaboration activities) yang saling menguntungkan dengan universitas lain baik dalam negeri maupun luar negeri, industri, lembaga penelitian dan pihak-pihak terkait lainnya.
  1. Manfaat terhadap masyarakat:

Dengan misi mengembangkan penelitian di bidang Hubungan Internasional dan menyebarluaskan keilmuan bagi kalangan pendidikan fomal atau informal, Prodi Hubungan Internasional akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kecerdasan masyarakat.

  1. Manfaat terhadap bangsa:

Dewasa ini Indonesia tengah menghadapi tantangan simultan yang tidak ringan baik dalam konteks domestik maupun internasional. Dalam konteks domestik, dua tantangan kontemporer yang dihadapi adalah masalah demokratisasi dan otonomi. Proses demokratisasi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan salah satunya menyangkut minimnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Hal ini ditunjukkan dari pelaksanaan pemilu yang diadakan baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden. Sementara adanya otonomi di Indonesia menimbulkan banyak keluhan di masyarakat karena minimnya kapasitas manajerial birokrasi pemerintahan dan masih dominannya pola pikir lama di kalangan birokrasi di daerah. Akibatnya tidak bisa dipungkiri bahwa kreatifitas baru dalam tata kelola pemerintahan di era desentralisasi ini masih langka.

Dalam konteks internasional, derasnya arus globalisasi menuntut kita untuk berkembang secara kreatif. Meningkatnya keterkaitan aktivitas perekonomian lokal ke dalam jaringan pasar global perlu diantisipasi karena globalisasi secara ekonomis menuntut peningkatan daya saing sektor korporasi. Situasi internasional yang cenderung berubah dengan cepat yang ditandai dengan semakin meningkatnya interdepedensi negara-negara maju disertai penetrasi perusahaan-perusahaan swasta asing membawa dampak pada konstelasi politik ekonomi global. Demikian pula rencana penerapan ASEAN Community pada tahun 2015 akan membawa dampak pada berbagai bidang tidak hanya di bidang ekonomi tetapi termasuk di bidang sumberdaya manusia. Untuk itu dibutuhkan tata kelola korporasi yang baik sekaligus kesiapan sumberdaya manusia. Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa daya saing global sangat tergantung pada dukungan pemerintah baik di tingkat daerah maupun nasional, karena itu dibutuhkan sinergitas antara pemerintah dan sektor korporasi.

Kondisi obyektif di atas menempatkan sumberdaya manusia pada posisi paling sentral guna mengantisipasi berbagai tantangan tersebut. Implikasinya adalah pengembangan kualitas sumberdaya di berbagai bidang menjadi satu keniscayaan, karena sumberdaya manusia menjadi asset paling utama dari sejumlah asset yang ada dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global. Melalui pengembangan kualitas sumberdaya manusia diharapkan akan dapat meningkatkan daya saing bangsa secara keseluruhan. Namun saat ini salah satu permasalahan mendasar adalah tidak tercukupinya sumberdaya manusia yang berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional, regional maupun internasional.

Dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia, salah satu cara yang ditempuh adalah melalui pendidikan tinggi. Universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi dan sekaligus sebagai center of exellence berupaya melakukan berbagai kajian ilmiah yang tujuannya terutama meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Melalui jenjang pendidikan tinggi, individu dapat memperdalam dan menguasai serta mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan yang dapat menjadi modal untuk berkompetisi di era global. Selain itu, melalui pendidikan tinggi diharapkan akan tercipta pelaku-pelaku dalam berbagai bidang yang mampu menjawab berbagai tantangan dan tuntutan kebutuhan masyarakat dengan kualitas yang semakin tinggi.

Terkait dengan hal itu, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) sebagai salah satu center of excellence dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia merasa terpanggil untuk berperan dalam mengembangkan sumberdaya manusia yang unggul dan memiliki kompetensi di bidang ilmunya. Melihat peluang yang ada dan didukung dengan sumberdaya internal yang memadai, UNU sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang ada di Kalimantan Timur merencanakan untuk membuka program studi baru yaitu Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. Rencana pembukaan program studi ini selain untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan pembangunan di era globalisasi juga tidak terlepas dari visi UNU.

Oleh karena itu, rencana ini merupakan salah satu perwujudan dari visi yang didukung sepenuhnya oleh civitas akademika dan masyarakat terkait. Atas dasar potensi yang dimiliki dan peluang yang ada maka pembukaan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional di UNU dirasakan perlu. Program studi ini rencananya diselenggarakan langsung di bawah universitas. Program studi ini akan melengkapi program studi yang telah ada sebelumnya sehingga diharapkan UNU nantinya akan lebih berperan dalam memenuhi kebutuhan akan sumberdaya manusia yang berkualitas.

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional merupakan salah satu program studi di Indonesia yang berada dalam rumpun ilmu sosial. Dalam satu dasawarsa terakhir program studi ini banyak menarik minat lulusan sekolah menengah atas. Tingginya minat lulusan sekolah menengah atas pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dengan kemajuan dan perkembangan hubungan internasional. Ada tiga hal yang menyebabkan makin besarnya minat masyarakat, khususnya calon mahasiswa untuk mempelajari ilmu hubungan internasional. Pertama, perkembangan hubungan internasional yang ditandai munculnya aktor-aktor baru selain negara. Kedua, penetrasi perusahaan-perusahaan swasta raksasa di negara-negara maju ke negara-negara berkembang. Ketiga, perkembangan teknologi dan komunikasi internasional yang mempersempit jarak antar negara.

Dalam rangka mengantisipasi minat lulusan sekolah menengah atas, maka UNU merencanakan membuka Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. Sebagai salah satu universitas di Kalimantan Timur, UNU menjadi salah satu tujuan alternatif bagi calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Posisi tersebut didukung oleh jumlah lulusan sekolah menengah atas di Kalimantan Timur yang semakin bertambah. Kecenderungan ini pada tahun-tahun mendatang akan terus meningkat dengan ditetapkannya program pemerintah mengenai wajib belajar 12 tahun. Dari hasil survei yang dilakukan pada beberapa SMU di kota Samarinda dan sekitarnya, minat lulusan SMU untuk melanjutkan pendidikan tinggi khususnya di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional cukup besar. Hal ini merupakan salah satu sumber potensial calon mahasiswa bagi Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNU.

Pembukaan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional di UNU dimaksudkan untuk merespon kebutuhan sumberdaya manusia di bidang hubungan internasional guna menunjang pembangunan nasional. Tujuan pendidikan di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional ini antara lain menghasilkan lulusan yang minimal menguasai teori-teori dasar dalam ilmu hubungan internasional, sehingga mampu mengindentifikasi, menjelaskan (termasuk menguraikan) berbagai fenomena hubungan internasional yang ada, bahkan dapat pula membuat prediksi. Hal itu semua akan tercapai bila lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan teori yang diperolehnya ke dalam kasus-kasus yang hendak dijelaskannya, baik masalah-masalah konvensional maupun masalah-masalah non konvensional. Dengan demikian melalui pendidikan strata satu (S1) ilmu hubungan internasional diharapkan akan dapat dihasilkan sarjana yang memiliki kemampuan analisis dan wawasan akademik di bidang hubungan internasional serta memiliki kemampuan profesional di salah satu spesialisasi hubungan internasional.

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional nantinya akan berada di bawah universitas. Program Studi Ilmu Hubungan Internasional ini berbeda dengan program studi lain yang ada di Universitas Nahdlatul Ulama utamanya dari segi kurikulum. Kurikulum Program Studi Ilmu Hubungan Internasional memfokuskan pada kajian utama tentang diplomasi dan kajian kawasan. Hal ini diharapkan memberikan wawasan mahasiswa tentang posisi dan peran Indonesia dalam percaturan internasional. Mata kuliah bersifat dasar ditujukan untuk membangun budaya berpikir logis dan budaya ilmiah. Sedangkan mata kuliah keahlian dirancang agar mahasiswa mampu melakukan eksplorasi terhadap isu-isu global. Sementara itu, mata kuliah keahlian kawasan ditujukan untuk menuntun mahasiswa untuk memahami negara-negara di kawasan serta fenomena regionalisme; mata kuliah keahlian teori untuk memperkuat kerangka pemikiran para mahasiswa dalam memahami dan melakukan penelitian Hubungan Internasional. Selain itu, mata kuliah keahlian diplomasi dan negosiasi akan mengasah kemampuan para mahasiswa dalam berdiplomasi.

Berdasarkan uraian tersebut maka pembukaan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional di UNU Kaltim diharapkan akan menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi sebagai pelaku, peneliti, dan posisi strategis lainnya di bidang hubungan internasional. Guna mencapai kualifikasi itu maka sistem pendidikan di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNU Kaltim dirancang untuk memenuhi kualifikasi tersebut. Adapun kualifikasi calon mahasiswa yang dibutuhkan adalah lulusan SMA/MA/SMK atau yang sederajad.

 

Download dokumen Program Studi Hubungan Internasional

download-here1